Massossor Manurung: Ritual Sakral yang Memperkuat Jati Diri Mamuju

Humaniora38 Dilihat

Hijauhitam.com – MAMUJU- Di tengah pemeliharaan warisan budaya di Kabupaten Mamuju, Massossor Manurung tampil sebagai tonggak penting yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Ritual ini pembersihan keris pusaka kerajaan yang berusia ratusan tahun, bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kuat identitas dan kekayaan budaya masyarakat Mamuju.

Menurut Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, ritual ini berkaitan erat dengan “pembersihan batin” dan introspeksi terhadap perjalanan pembangunan daerah. Budaya disebutnya sebagai “penuntun jati diri kita”.

Sementara, Bupati Mamuju Sutinah Suhardi menegaskan bahwa nilai-nilai luhur dalam ritual ini harus dijaga dan dikembangkan, bukan hanya sebagai warisan semata tetapi sebagai pondasi pembangunan berkarakter.

Ritual ini, yang dilaksanakan setiap dua tahun pada tahun ganjil, melibatkan tokoh adat setempat serta menjadi sarana persatuan antar-komunitas.

Dengan semangat bersama untuk menjaga budaya, masyarakat diajak agar ikut mempelajari dan melestarikan bahasa dan tradisi lokal agar tidak tergerus oleh arus zaman dan kemajuan (MS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed