Hijauhitam.com — MAMUJU —Gelombang perlawanan datang dari para guru madrasah swasta di Sulawesi Barat.
Lima perwakilan guru mendatangi Kantor Wilayah Kemenag Sulbar, menuntut penghentian diskriminasi dan ketidakadilan yang selama ini menjerat para pendidik swasta.
Mereka menegaskan empat tuntutan keras:
1. Hentikan diskriminasi terhadap guru madrasah swasta.
2. Buka akses P3K bagi guru swasta tanpa pengecualian.
3. Naikkan gaji dan tunjangan agar layak hidup.
4. Prioritaskan guru senior yang telah lama mengabdi dalam perekrutan pegawai.
“Kami bukan guru kelas dua, kami juga mendidik anak bangsa, tapi kesejahteraan kami diabaikan,” tegas Deni Hidayat, orator aksi yang juga guru madrasah swasta di Mamuju.
Para guru menilai kebijakan pemerintah selama ini tidak berpihak pada tenaga pendidik swasta, padahal kontribusi mereka terhadap pendidikan nasional sama besarnya.
Banyak guru swasta bertahun-tahun mengabdi dengan honor di bawah UMR, tanpa jaminan sosial maupun kesempatan menjadi ASN atau PPPK.
Kepala Kanwil Kemenag Sulbar akhirnya berjanji menindaklanjuti tuntutan tersebut lewat surat rekomendasi ke pusat. Namun, para guru menegaskan mereka akan terus mengawal janji itu di lapangan hingga ada perubahan nyata.
Aksi ini menjadi titik nyala baru bagi perjuangan guru madrasah swasta di Indonesia,suara yang selama ini dibungkam kini mulai menggema:
“Kami menuntut keadilan, bukan belas kasihan.”tutup Deni (RM).


