Ketua HMI Cabang Manakarra Layangkan Tuntutan ke Pemkab Mamuju dan Pemprov Sulbar

Mamuju301 Dilihat

Hijauhitam.com — MAMUJU —Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra, melalui Ketua Umumnya Darmin Syakur, melayangkan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Tuntutan tersebut disampaikan sebagai bentuk keprihatinan terhadap berbagai persoalan infrastruktur dan pelayanan publik yang dinilai mendesak untuk segera ditangani.

Dalam keterangan resminya, Darmin menyebutkan sedikitnya ada beberapa persoalan krusial yang harus segera mendapat perhatian pemerintah daerah, mulai dari kondisi jalan, jembatan, hingga pelayanan dasar bagi masyarakat.

“Masalah ini bukan sekadar infrastruktur, tapi menyangkut keselamatan, akses ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah jangan menutup mata terhadap kondisi di lapangan,” tegas Darmin Syakur.

Daftar Tuntutan HMI Cabang Manakarra:

1. Peningkatan Jalan Menuju Lingkungan Takaurangan.

Kondisi jalan menuju Lingkungan Takaurangan dinilai memprihatinkan dan menghambat mobilitas warga. HMI mendesak pemerintah untuk segera melakukan perbaikan permanen agar akses masyarakat lebih mudah dan aman.

2. Pembangunan Jembatan Permanen di Kali Mamuju, Lingkungan Kadolang.

HMI menilai jembatan gantung yang ada saat ini tidak lagi layak dan membahayakan keselamatan masyarakat. Berdasarkan kajian internal, organisasi mahasiswa ini menuntut agar jembatan tersebut diganti dengan jembatan permanen.

3. Perbaikan Layanan Air Bersih ke Pulau Karampuang.

Darmin menyoroti layanan air bersih di Pulau Karampuang yang hanya mengalir satu kali dalam seminggu. Padahal, pada 2015 saat pembangunan instalasi perpipaan, warga dijanjikan aliran air 24 jam.

“Minimnya akses air bersih menjadi salah satu penyebab tingginya angka stunting di Karampuang,” ungkap Darmin.

4. Perbaikan Infrastruktur Jalan Gentungan Timur Kanang.

Jalan penghubung Gentungan Timur hingga Kanang disebut sudah lama rusak dan hanya diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat. Saat ini, kondisi jalan kembali parah dan sulit dilalui, terutama pada musim hujan.

HMI mendesak pemerintah untuk segera melakukan perbaikan dan pengaspalan permanen agar aktivitas masyarakat, pendidikan, dan ekonomi tidak terganggu.

5. Penanganan Lingkungan di Sekitar Pesantren Nahdlatul Wathon (NW) Gentungan.

Lokasi pesantren yang berdekatan dengan aliran Sungai Gentungan kerap terdampak banjir saat debit air meningkat. HMI meminta pemerintah melakukan normalisasi sungai, pembangunan tanggul pelindung, serta sistem drainase memadai guna menjamin keselamatan santri dan kelancaran proses belajar mengajar.

Seruan untuk Pemerintah.

Darmin menegaskan bahwa seluruh tuntutan tersebut merupakan hasil aspirasi masyarakat di lapangan. Ia berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti keluhan ini secara konkret, bukan hanya dalam bentuk janji.

“Harapan kami sederhana, pemerintah hadir dan bekerja untuk rakyat. Jangan biarkan masyarakat terus menanggung akibat dari kelalaian birokrasi,” tutupnya (RM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *