<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pendidikan Arsip - Hijauhitam.com</title>
	<atom:link href="https://hijauhitam.com/category/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://hijauhitam.com/category/pendidikan/</link>
	<description>Tajam seperti hitam, tumbuh seperti hijau</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Oct 2025 04:25:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://hijauhitam.com/wp-content/uploads/2025/10/fix2-logo-hijau-hitam-90x90.png</url>
	<title>Pendidikan Arsip - Hijauhitam.com</title>
	<link>https://hijauhitam.com/category/pendidikan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tragedi di Sekolah: Saat MBG Jadi Racun</title>
		<link>https://hijauhitam.com/tragedi-di-sekolah-saat-mbg-jadi-racun/</link>
					<comments>https://hijauhitam.com/tragedi-di-sekolah-saat-mbg-jadi-racun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adhy Riadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 04:25:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hijauhitam.com/?p=126</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hijauhitam.com &#8211; MAMUJU &#8211; Saat bel istirahat sekolah berbunyi, puluhan siswa di <a class="read-more" href="https://hijauhitam.com/tragedi-di-sekolah-saat-mbg-jadi-racun/" title="Tragedi di Sekolah: Saat MBG Jadi Racun" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://hijauhitam.com/tragedi-di-sekolah-saat-mbg-jadi-racun/">Tragedi di Sekolah: Saat MBG Jadi Racun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://hijauhitam.com">Hijauhitam.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hijauhitam.com &#8211; MAMUJU &#8211;</strong> Saat bel istirahat sekolah berbunyi, puluhan siswa di kawasan Kecamatan Tapalang dan SMA Negeri 1 Mamuju tergopoh-gopoh menuju ruang UKS. Tangannya menekan perut, bibirnya pucat, mata berkaca — mereka tak menyangka bahwa satu bungkus makanan ringan dari merek lokal MBG bisa membawa malapetaka.</p>
<p>Hingga sore itu, jumlah korban terus bertambah. Sebagian di antaranya langsung dilarikan ke RSUD Mamuju untuk perawatan intensif. Rasa takut dan kebingungan melingkupi ruang tunggu orang tua yang berdatangan, menyaksikan anak-anaknya terbaring tanpa bisa berkata banyak.</p>
<p>Menyikapi situasi ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra angkat suara. Sekretaris Umumnya, Muh. Masril, menyatakan keprihatinan mendalam dan menuntut agar Polresta Mamuju menjalankan tugasnya secara tegas dan transparan. “Dapur atau unit produksi MBG yang dianggap bermasalah wajib diproses secara hukum demi memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi masyarakat, khususnya para korban,” ujarnya.</p>
<p>Organisasi mahasiswa itu tak hanya mengirim surat resmi kepada aparat penegak hukum, tetapi juga memperingatkan bahwa jika terbukti pelanggaran standar keamanan pangan — sesuai Undang‑Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan pasal &#8211; dalam Kitab Undang‑Undang Hukum Pidana — maka pengelola bisa dijerat pidana. “Kami akan terus mengawal hingga ada kejelasan hukum,” terang Masril.</p>
<p>Bagi pelajar yang semula berjalan ringan-ringan menuju kantin sekolah, hari itu berubah menjadi ujian tak terduga. Ada suara tangisan, kerumunan orang tua yang panik, bisik-bisik tentang asal-usul makanan yang dikonsumsi. Wajah-wajah muda itu kini menjadi saksi bisu tentang betapa rapuhnya keamanan pangan sekolah.</p>
<p>Sementara itu, masyarakat berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran penting: bahwa setiap bungkus makanan kecil tak bisa dipandang remeh — karena bisa menyimpan risiko besar. Dan di balik gedung sekolah, ruangan UKS, dan meja kelas, ada anak-anak yang menantikan hanya satu hal: pastikan mereka aman.</p>
<p>Pada akhirnya, langkah hukum bukan hanya soal hukuman — tetapi tentang menegakkan rasa aman, menegakkan keadilan, dan menjaga generasi muda agar tak jadi korban berikutnya (MS).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://hijauhitam.com/tragedi-di-sekolah-saat-mbg-jadi-racun/">Tragedi di Sekolah: Saat MBG Jadi Racun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://hijauhitam.com">Hijauhitam.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hijauhitam.com/tragedi-di-sekolah-saat-mbg-jadi-racun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SMP Negeri 3 Kalukku Raih Juara di Festival Tunas Bahasa Ibu</title>
		<link>https://hijauhitam.com/smp-negeri-3-kalukku-raih-juara-di-festival-tunas-bahasa-ibu/</link>
					<comments>https://hijauhitam.com/smp-negeri-3-kalukku-raih-juara-di-festival-tunas-bahasa-ibu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adhy Riadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 17:25:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hijauhitam.com/?p=110</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hijauhitam.com &#8211; MAMUJU &#8211; SMP Negeri 3 Kalukku kembali memperlihatkan prestasi gemilang <a class="read-more" href="https://hijauhitam.com/smp-negeri-3-kalukku-raih-juara-di-festival-tunas-bahasa-ibu/" title="SMP Negeri 3 Kalukku Raih Juara di Festival Tunas Bahasa Ibu" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://hijauhitam.com/smp-negeri-3-kalukku-raih-juara-di-festival-tunas-bahasa-ibu/">SMP Negeri 3 Kalukku Raih Juara di Festival Tunas Bahasa Ibu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://hijauhitam.com">Hijauhitam.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hijauhitam.com &#8211; MAMUJU</strong> &#8211; SMP Negeri 3 Kalukku kembali memperlihatkan prestasi gemilang di dunia pendidikan.</p>
<p>Pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Mamuju, siswa sekolah tersebut, Ulil Asmi Fatmadani dari kelas IX, berhasil meraih posisi Juara 1 dalam lomba dongeng putri setelah menampilkan kemampuan bercerita yang memukau para juri.</p>
<p>Dengan capaian ini, Ulil Asmi akan mewakili Kabupaten Mamuju ke tingkat Provinsi Sulawesi Barat yang rencananya akan digelar di Makassar. Prestasi ini menambah deretan penghargaan yang telah diraih sekolah pada ajang FTBI sebelumnya, termasuk ketika siswi Siti Namira Syarif meraih Juara 1 tingkat provinsi tahun 2024.</p>
<p>FTBI sendiri merupakan event tahunan yang bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah. Melalui kegiatan ini, para pelajar diberi ruang untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan bercerita sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa (AR)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://hijauhitam.com/smp-negeri-3-kalukku-raih-juara-di-festival-tunas-bahasa-ibu/">SMP Negeri 3 Kalukku Raih Juara di Festival Tunas Bahasa Ibu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://hijauhitam.com">Hijauhitam.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hijauhitam.com/smp-negeri-3-kalukku-raih-juara-di-festival-tunas-bahasa-ibu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
